When I’ve reduced my friends on Facebook

Image result for social media war

Image Source: here

I think this is my first time writing a blog based on my true story. I am humbled to say I don’t need any opinion or intervention. Express what it feels having your closed friends on Facebook and keep maintain all relationship together in real  life.

I’ve signed up Facebook since almost 10 years ago, migration from Friendster and found this social media became more interesting than my previous account. Back in the day, having thousands of friends – ‘til Facebook couldn’t handle it – and Facebook put “FULL” at the end of our name was.. one of my dream,  well yeah as a teenager at that time *psst doesn’t mean I am old enough, just mature lol* -à I know not all teenager has the same dream like I was, existence took part in me as a girl who couldn’t communicate well with everyone verbally.

Image result for social media war

Image source: here

Joined with several communities,active in organizations in campus, approved their Friend Request, add few artists or singers that I like – they have several accounts and always with FULL status -, my Friend List were increased. My Friend List on Facebook ever reached almost 2000, but it was still far away to get  FULL status. I’ve inactivated Facebook many times too, because its get too addictive but I’ve had my own priority.

Back in early 2015 – 2016 I wasn’t really active on Facebook, I just connected from my Instagram to Facebook and checked irregularly just to make sure I have comments in inquiries form. Shared my published blog mostly from Twitter. Twitter is my main account to share my blog.

Massive issue spread social media recently, I am not telling you but if you are Indonesian you should know what it is. Friends became foe, relatives didn’t wanna meet each other during family gathering. I kept get rid of this social media but I still keen on Facebook Group especially International and National Traveling Group. It gave me positive energy and also I could be more useful to give information about countries I’ve visited. I saw my brother involved in virtual debate, I starred in my friend’s provocative status, I read my collague shared meme or post, I smiled seeing my cousin with her baby, I giggled reading my junior shared 9gag post.

In this moment, I am not actually friends with them..

It is not because all of their opinion or what they posted, but I realized not all of my friends on Facebook are my friends.

We never actually said hi, nor we meet directly. On Facebook we never interract each other even for a tiny comment.

We’ve met directly, but we never actually said hi nor interract.

We never met each other, but we are really active interract each other. I keep them.

We have our own boundaries or do/don’t things to do in social media. But this is such an enormous in virtual world and it is unwritten rules we need to do in social media. Then this rules becomes an assumption. We set our rules based on what we want to, not we need to do. We lose our empathy to do things in social media, words like “ini kan akun akun gue kok lo yang ribet?” becomes boomerang for the user and time bomb and it will explode soon.

So now, if I can set my own rules too. Here’s a thing I’ve done few days ago. I decreased amount of my friends on Facebook, including people who are slightly interract or NEVER interact each other, and yeah it was from 1700 to 400 something. I can’t dictate everyone to remind them do and don’ts in virtual world. So I prefer to surrender and extract all people inside my circle who knows me well, interact with me often, posting something funny, entertaining and informative, gain something that I don’t know, travel blogger, fashion blogger, food blogger you name it. Because this people are markedly will consider several times and THINK before they post something.

I embody informative and entertaining atmosphere on my Facebook account.

At the end, there are so many people you knew and very nice to you, but you just need to know them in real world without having connection with them in social media.

 

 

 

Anila Tavisha  in sober state

 

Never attend Big Bad Wolf again, please don’t!

Desak – desakan rebutan buku dan berdebu – debu dari kepala, baju sampai tangan

Naksir satu buku hari ini besoknya udah ngga ada, kesel banget ngga?

Belum kalo syarat – syarat aneh kayak ngga terima Debit menggunakan bank B*A, maksimal pembayaran dengan cash 150.000 IDR, semua transaksi dipaksa menggunakan e-money / e-cash paling bisa CC.

Ngga punya e money atau kartu kredit? Ya harus punya e – money.

Yakin masih mau datang ke Big Bad Wolf event?

whatsapp-image-2016-10-28-at-10-44-21-am

Masket itu wajib, Jendral!! credit: Anind

Silakan baca ulasan di bawah ini dan jangan panasan dulu ya. Ini adalah tulisan dan opini tentang gadis chubby dari Cikokol yang menghabiskan waktu 5 hari di Surabaya dengan kunjungan selama 6 kali di event ini.

whatsapp-image-2016-11-06-at-11-45-21-am

Sekelumit dari hasil kekhilafan teman teman yang nitip, jempol itu photobomb banget deh

 

Jadi, apa Big Bad Wolf itu?

Event ini disinyalisasi adalah event bazaar buku sedunia.. *uwoooo* Konsepnya adalah bazaar buku yang dibuka non – stop selama 278 jam!!

Jadi mau datang jam 22? Silakan…

Terus kalau jam 23 dilayanin gitu?? Iya dong

Jam 1 pagi juga masa masih ada orang? Wuih masih ramai banget!!

Kalau 3 pagi? Belum tau, saya belum coba. Paling telat jam 1 dini hari😄😄

Awalnya diadakan di manakah Big Bad Wolf Event?

Pertama kali diadakan di Malaysia tahun 2009 dan di Indonesia pun sudah diadakan dua kali. Pertama di ICE BSD (walau dekat tapi saya ngga ke sana, antreannya alamak…) dan yang kedua di Surabaya dari tanggal 19 Oktober (untuk VIP Wolf Pack Member) sampai tanggal 31 Oktober lalu jam 23:00.

Buku saja yang dijual di Big Bad Wolf?

Nope, nope, nope. Selain buku juga ada macam – macam non- buku seperti kartu pos (200 kartu pos terbeli, hasil khilaf!! Lol), boneka, stationery set, etc. Kamu jangan pernah menahan atau menimang lama apakah akan beli sekarang atau tidak. Karena apa yang kamu lihat JAM INI bisa hilang dalam waktu 2 JAM ke depan. Makanya di website Big Bad Wolf pun disebutkan bahwa selalu ada sensasi tersendiri dalam setiap kunjungan.

Memang seberapa murah buku – buku di Big Bad Wolf?

Harga terendah yang pernah kulihat adalah 20.000 untuk cerita anak Barbie, tapi overall memang gila – gilaan  harganya. Ensiklopedia yang bisa satu jutaan hanya dibanderol 200ribuan. Biografi impor hanya 200ribuan. Siapa yang ngga gatel untuk memborong buku – buku ini?

whatsapp-image-2016-11-06-at-11-43-18-am

Masih jam 16:00 sudah terlihat ramai

Berikut ini liputan (jangan salahkan saya ya kalau mupeng) event Big Bad Wolf. Kunjungan saya sekitar 6x, mostly malam hari. Hari pertama mendarat, taruh bawaan dan meluncur ke JX International Expo sampai tengah malam. Lalu 3 hari berikutnya kebanyakan dimulai siang hari, karena weekday jadi ngga begitu penuh. Penyakit dimulai saat Jumat malam sampai Minggu. Uwooooohhhh.. itu mulai ngga kira – kira ramainya.

whatsapp-image-2016-11-06-at-11-44-37-am

Mataku udah kiyep – kiyep, maklum udah jam 1 dini hari dan anak kecil masih keliaran di mana – mana. Masih rame banget duh Gusti….

whatsapp-image-2016-11-06-at-11-43-42-am

Semakin larut, semakin liar…

So, this is my humble advise for next Big Bad Wolf, never attend this event if you:

  1. Don’t like books. Simple as that. Never attend this event if you don’t like to read
  2. …like whining. Because of the crowd. Simply if you don’t want to sacrifice your time find books you love. Just go to Books and Beyond or Kinokuniya to get your lovely books with regular price
  3. ..only have 30 minute or 1 hour to explore! Trust me, 1 day is not even sufficient for you to explore whole area in Big Bad Wolf event! You need 2 days, 3 days, 4 days, whole days!!!
  4. …are hardly to move on. Even until 1 week after the event. I miss the crows there, how I struggled to find books from my friends, exhausted paid with my fave books. Packed my booked in 16kgs dozen to airport til 2:30 a.m and I need to wake up again at 4:45 a.m and fly to Jakarta

whatsapp-image-2016-11-06-at-11-46-44-am

Buku anak yang practical banget. I amma peacock! lol

 

Big Bad Wolf please come back soon😦

 

 

A Guardian, A Perv and a Friend in Antwerp Station

Jpeg

Suasana Antwerpen Central jam 5 pagi

Indah kan? Oke, walau blur.

Percayalah, itu diambil jam 5 pagi dan 4 jam ke belakang betul – betul menjadi suatu pelajaran buat saya, saat dipertemukan oleh sosok malaikat, iblis dan netral di satu malam yang sama.

Iya, ini adalah Stasiun Antwerp. Bangunannya terkenal sangat indah dengan arsitektur lawas dan toko – toko berlian berjejeran di depannya. Memang Antwerp terkenal berliannya, jadi jangan heran kalau pesan bijak ayah saya adalah “Jangan gatel ngeborong berlian di sana.” Sementara itu saya juga bingung harus jelaskan ke beliau bahwa berlian tidak sama dengan kacang tanah.

Kali pertama saya mengunjungi ke sini saya membutuhkan waktu lebih dari sejam untuk berdecak kagum, decak waktu itu sekitar triple decak. Kali kedua ke sini tetap berdecak kagum dan kali ketiga juga sama saja kesannya. Ternyata kata orang kalau terlalu sering bertemu jadi cepat bosen ngga begitu berlaku di sini.

Tapi hari itu tujuan saya bukan ke Antwerp. Sayangnya Antwerp hanya jadi transit saya. Tujuan saya saat itu adalah ke transit saya. Tujuan saya saat itu adalah ke Ghent. Keberangkatan saat itu  dari Amersfoort dan karena sedang perbaikan jalur kereta di Belanda, membuat saya harus mengubah banyak rute dan menggunakan bus dari Intercity. Sampai akhirnya saya sampai ke Ghent terlalu siang dan untungnya semua destinasi di Ghent adalah jalan-able alias ke mana mana bisa jalan kaki.

Banyak sekali yang harus dieksplor walau semuanya berdekatan, seperti Gravensteen Castle, nongkrong cantik sambil makan Escargot di Graslei and Korenlei, atau ke Vridajmarkt sambil cari – cari cokelat yum yum atau aksesoris yang bikin khilaf.

Jpeg

Escargot Ghent Tu Yuro (2 EUR) bikin owek owek, amisss!!

Karena saya kesorean (begitu kesorean sekitar jam 20 dan memang masih terang banget musim panas), saya baru sadar kalau jalur kereta sedang berubah sehingga saya harus banyak nyambung bus – kereta. Karena tadi pas jalan dari stasiun Gent-Sint-Peters ke semua destinasi tersebut terlihat begitu dekat, maka pas kembali ke stasiun tersebut saya jalan kaki dan saya nyasar. Nyasarnya pakai banget.. ngga tau ke mana – mana hingga akhirnya saya jalan kembali ke arah Centrum dan mencari bus terdekat dari seberang Bibliotheque.

Pas cek Reisplanner (apps dari Belanda yang digunakan untuk cek jadwal kereta) juga bikin ngedown.  Akhirnya benar, saya harus turun di stasiun kecil bernama Watteren ngga jauh dari Ghent lalu naik bus, untuk busnya sendiri adalah shuttle sehingga ya mau ngga mau harus nunggu kereta lain yang ke arah Antwerp. Akhirnya kami diturunkan di stasiun maha kecil lagi untuk bisa ke Stasiun Antwerp. Panik? Iya! Udah jam 21an lebih dan saya benar – benar ngga cek kereta terakhir jam berapa yang ke arah Roosendal atau Amsterdam sekalian.

Jpeg

Aku tersasar dan tak sanggup jalan lagi~~~

Akhirnya saya sampai jam 22an dan pas cek di jadwal, kereta ke Amsterdam sudah berangkat dari jam 21. Mau cari ke mana aja, ngga apa apa walau Roosendal yang jauh tapi yang penting udah sampai Belanda, tetap ngga ada. Saya akhirnya menenangkan diri dulu di Starbucks stasiun Antwerp yang sialnya..

..udah mau tutup…

…dan ada pengumuman bahwa stasiun akan tutup jam 24 dan buka lagi jam 5…

Iya, stasiun tutup.. terus saya harus ke mana?

Karena pintu utama stasiun sudah digembok, kita harus keluar dari fiets parkeren (parkir sepeda). Panik sudah mulai melanda, gimana ngga? Antwerp begitu menyenangkan dan keberadaan Yahudi di sana terasa menyenangkan karena mereka tetap aktif ke luar, tapi mereka punya tempat tinggal,saya nggak.

Akhirnya saya keluar lagi dan mencoba mencari hotel dan hostel sendiri di sekitaran Antwerp. Sialnya hari itu Sabtu, peak day. Terima kasih. Dari sekitar 5 hotel/hostel yang saya datangkan, semuanya fully booked kalau adapun harganya benar – benar ngga masuk akal untuk saya yang sebenarnya Cuma butuh ‘aman’ (2 juta per malam). Saat itu jam 24 dan saya mulai merasa semakin asing di kota yang begitu menyenangkan saat terang. Karena mulai desperate saya masuk lagi ke stasiun dan menemui 2 lelaki yang masih duduk – duduk santai di stasiun, sambil charge ponsel, belakang – belakangan, baju hijau dan merah. Akhirnya saya bismillah  dan harus pilih 2 dari 1 lelaki, yang satu bisa jadi penolong saya tapi yang satu lagi bisa jadi penjebak saya.

Warna hijau.

Akhirnya saya memilih untuk mendekati lelaki yang memakai baju warna hijau, ngga tau kenapa saya benar – benar putus asa dan bilang “hai, stasiun ini akan tutup dan kita akan diusir. Kamu mau di sini sampai kapan?” Good thing is.. dia bisa bahasa Inggris dan saat tau dia balas pakai bahasa Inggris akhirnya saya merepet ke mana – mana, cerita saya butuh teman buat nemenin saya sampai jam 5 subuh karena kereta pertama ke Rotterdam jam 5 pagi dan saya ngga dapat tempat nginap.

Namanya Amir Hassan, lelaki berkaus hijau itu. Sialnya, rumah dia ternyata dekat dengan stasiun dan dia memang mau pulang. Tidak sialnya, dia mau  nemenin saya sampai jam 5 pagi karena kasihan sama saya.

Jpeg

You are the chosen one, Green Shirt!! *bajunya bener ijo, lihat deh ke depan. Tahrik jangan cemburu~~~😄😄 XD 

Amir Hassan adalah sosok yang sangat baik, genuine,  dia benar – benar mau nemenin saya dan merasa bersalah karena tidak bisa membawanya inap ke rumah karena ayahnya yang Muslim pasti tidak akan mengizinkan wanita asing inap di rumahnya. Akhirnya kami menuju ke toko kebab tidak jauh dari stasiun yang 24 jam. Kami akhirnya banyak mengobrol, dia seorang IT yang memang bisa berbicara 6 bahasa,  tapi menceritakan itu semua tidak dengan pamer. Benar – benar teman yang asik untuk berbicara, membunuh waktu. Tapi saat itu saya begitu lelah akhirnya saya memutuskan untuk tidur selama beberapa menit – 30 menit. Amir menjaga bawaan saya, saya juga charging ponsel saya di kasir kebab.

Saat melek, masih jam 3. Jam 5 begitu lama dan akhirnya kami memutuskan untuk JJS (Jalan Jalan Subuh, bukan jalan jalan Sore), sekadar liat orang – orang hangover di jalan atau prostitute yang berada di pinggiran jalan. Kota Antwerp begitu berbeda di kala terang, seakan shifting terjadi di sini, saat terang adalah untuk wisata dan saat gelap adalah untuk sesuatu yang terlihat tabu.

Amir adalah orang yang menyenangkan, hingga akhirnya saya memberikan email saya dan berharap kita bisa korespondensi setelah kami bertemu.

Jam 4.45 pagi,

Stasiun sudah dibuka sehingga Amir mengantarkan saya ke stasiun tersebut. Saya tidak bisa mengucapkan apa – apa selain rasa terima kasih yang banyak dan berkali – kali. Saya ngga tau 5 jam akan jadi apa tanpa ada kehadiran Amir. Sebagai seseorang yang tinggal di sekitar sana, Amir tahu harus ke mana, Amir tahu harus duduk di mana, Amir tahu harus lewat mana. Saya melihat mata dia sudah sangat merah, sebenarnya sangat mengantuk, saya tahu itu tapi dia memaksakan untuk menemani saya.

 

Amir adalah sang Penjaga saat itu.

Jpeg

Ya.. kalau ditotal saya hampir 24 jam lah ngga mandi😄😄 Semoga Amir tahan aromanya

 

Tapi baca lagi cerita saya setelah bertemu Amir…

Akhirnya saya sudah membeli tiket pertama ke Rotterdam, jam 5:45. Tapi saya sudah stand by membeli di mesin terdekat dan berharap sambil menunggu saya bisa tidur dulu di peron. Saat sedang duduk – duduk dekat gerbang Antwerp yang terkenal itu, ada pemuda yang entahlah lebih muda atau lebih tua tapi dia masih pemuda pokoknya – yang menyapa saya. Dia bilang bahwa ada bercak merah di belakang rok saya *f***k! Emang saya lagi halangan saat itu*. Akhirnya dia mengantarkan saya ke toilet terdekat untuk membantu saya membersihakn noda tsb *what?*

Dia mengantarkan saya ke toilet yang sepi dan lampunya masih mati. Saat saya cek bagian belakang saya pas di dalam toilet tersebut, ternyata bener ada noda merahnya alias tembus *cry*. Karena saya bingung akhirnya saya mulai membersihkan dan pemuda tersebut memegang gagang pintu dari luar, agar saya bisa mendapatkan cahaya dari luar.

Lalu tiba – tiba dia masuk ke dalam, untuk membantu saya membersihkan noda itu. Saya akhirnya bilang ngga usah dan dia keluar lagi.

Saya pun akhirnya putus asa karena noda tersebut ngga bisa hilang, tapi saya akali dengan ganti dressnya , jadi bagian yang tembus saya kedepanin, di situ saya meminta pemuda tersebut pegangin knop pintu dari luar tapi saya juga pegangin dari dalam – sebagai jaga jaga.

Setelah saya selesai tukar posisi, saya pun terus menerus dipepet sama lelaki tersebut. Kenalan terus dia bilang dia juga  mau ke arah Belanda. Saya ngga percaya.

Kenapa? Karena dia tiba – tiba mengajak saya untuk cari kamar bareng sambil nunggu kereta pertama datang.

Lalu kenapa? Kereta juga dateng 1 jam lagi kenapa harus ngamar?

“We can separate the bed,” hah? apa!?!?!

Saya lupa saya pakai jurus berkelit apa  tapi karena saya terus menolak, dia tiba – tiba bilang lagi butuh kopi banget dan mau ke luar cari kopi sama roti. Dia juga menawarkan saya tapi saya bilang tidak. Lalu pemuda tersebut bilang “tunggu di sini ya, kita kan satu kereta” lalu ngomong lagi “pokoknya tunggu di sini, saya akan kembali ya, plis.” Setelah bilang OK dengan yakin dan menghitung waktu dia sudah turun tangga.

Saya kabur.

Saya kabur menggunakan lift, karena takut pemuda tersebut bisa melihat saya menuruni tangga – dan untuk mencapai peron tersebut saya harus menuruni tangga 2x. Akhirnya saya ke peron bawah dan langsung ambil angle  di antara 2 beton yang besar banget, saya duduk di tengah – tengah tempat duduk di belakang beton tersebut.

Campur aduk perasaan saya saat itu, di satu sisi beruntung dengan bertemu sama Amir tapi di sisi lain saya kesal dipertemukan oleh pemuda perv itu. Saya langsung mikir lagi betapa beruntungnya saya yang langsung usir dia keluar toilet saat dia coba ambil kesempatan – ngga tau buat apa tapi menurut saya mengerikan. Bagaimana pun walau stasiun tersebut sudah buka dari jam 4 lebih, tetapi petugas di sana masih sangat sedikit.

Jpeg

Ngumpet senyempil – nyempilnya biar ngga ketawan lelaki Perv itu

Pemuda itu adalah Penjebak

Lalu siapakah pemuda berbaju merah yang tidak saya dekati saat itu?

Ternyata saya bertemu di kereta, sama – sama menuju Rotterdam. Dia juga sibuk tanya ke petugas tentang Rotterdam, sehingga saya membantunya menjawab. Di tangannya ada tanaman kecil, wajahnya seperti India tapi saya salah, ternyata dari Portugal. Namanya Benjamin, ketawanya ‘Jajajajja’ kalau di Whatsapp😄

Akhirnya kita jadi banyak ngobrol setelah sampai di Rotterdam, karena saya terlalu capek terjaga berjam jam di jam yang saya harusnya tidur.

Benjamin adalah mahasiswa baru, Teknik Industri di Spanyol dan lagi visit teman di Belanda. Orangnya menyenangkan dan seru, makanya saya percaya dia ngga akan macem – macem jadi setelah sama di Rotterdam dan saya harus melanjutkan pulang ke Amersfoort saya kasih nomor Whatsapp saya.

Benjamin juga sama kayak saya, terlambat mengejar kereta dan bermalam di Antwerp. Tapi berhubung dia lelaki ya.. saya ngga begitu khawatir, dia bisa di mana saja. Benjamin ke bar terdekat, pesan satu minum, dan tidur di sana sampai jam 4.

Benjamin hari itu adalah Teman.

Jpeg

Sebelah kanan, serong belakang agak ke kiri di bagian sampingnya kanan ke arah depan itu ada lelaki yang megang bunga kering bernama Benjamin XD 

Akhirnya saya sampai jam 11 siang. Capek banget dan saya tidur seharian sampai jam 20 malam. Ngga pernah nyangka bahwa dalam 1 malam yang singkat saya bisa menemui 3 jenis lelaki, yang menjadi Penolong dan Penjaga, lelaki yang mengambil kesempatan dan lelaki yang menyenangkan.

Solo traveling tidak pernah selalu bahagia, foto yang kamu lihat dan kamu Like bisa jadi ada cerita kurang menyenangkan di belakangnya. Tapi percaya deh, saya share cerita ini  bukan untuk menakuti, tapi untuk kamu – terutama wanita yang pergi ke mana – mana dan berpetualang sendiri, harus percaya sama insting.

Insting saya kuat di Amir, lelaki berbaju hijau yang ternyata memang tinggal di Antwerp, jadi dia tahu celah.

Insting saya ngga kuat di lelaki baju merah yang ternyata ada benarnya, bisa jadi saya malah lebih banyak menyusahkan karena kita sama – sama nyasar.

Insting saya kabur dari pemuda tersebut dan menggunakan lift daripada tangga, karena saya tahu pemuda itu adalah orang sekitar, dia bisa mudah melihat saya menuruni tangga dan melanjutkan apa yang mau dia lakukan terhadap saya. Hiiiii

 

All documentations are genuinely taken from my camera, cite these pictures without put the source surely as a violation. Cheers!

 

“Train to Busan” in CGV Gold only 11,000 IDR. How come?

penampakan-book-my-show

Penampakan Book My Show ID

Tulisan ini dipersembahkan untuk Tokopedia dan Book My Show yang memberikan promo yang sangat menyenangkan untuk promosi periode Agustus 2016

Karena mempunyai toko daring di Tokopedia, secara otomatis status saya ada 2 di sana, sebagai Pembeli dan Penjual. Sebagai Pembeli, saya lebih sering membeli untuk kebutuhan pulsa dan listrik – pokoknya yang sifatnya sangat mendesak. Tapi saya lebih sering tak acuh sama semua promosi, karena mostly harus memasukkan kode dan saat genting saya lebih sering mengabaikan.

Tapi pada Agustus ada satu promosi Tokopedia yang saya anggap sangat menguntungkan saya sebagai semi – pecinta film. Setiap pembelian pulsa via Tokopedia akan mendapatkan diskon 90% pemesanan tiket bioskop dengan pemesanan melalui Book My Show.

Belum terlalu familier sama Book My Show, akhirnya saya cuek – cuek aja dulu. Setelah memesan pulsa, saya mendapatkan konfirmasi kode voucher dan masa berlakunya.

diskon-tiket-lalalla

Whoo – hoo!! 90% diskon nonton

Oh masih 30 September, masih lama. Akhirnya saya belum buka – buka lagi voucher itu. Mungkin di awal saya masih ngerasa skeptis sama diskon 90% kayak masa’ sih? Pasti bintang – bintang kecilnya banyak deh (T & C,Red).

Sampai saya mendapatkan email pemberitahuan tentang beberapa voucher yang belum saya pakai sama sekali dan sebentar lagi sudah berakhir promonya.

Akhirnya tanggal 29 (mepet-ers) saya memutuskan untuk menggunakan voucher ini. Train to Busan adalah film yang saya pilih karena saya belum pernah nonton. Untung.. masih ada, dan akhirnya saya memutuskan bergaya dengan CGV Gold, lol!! Itu loh, yang isinya Cuma 20 kursi malah ditambah selimut sama inclining seat. Karena pernah nonton di sini sebelumnya dan bayar 60.000 saat weekday saya mencoba mengecek berapa jadinya dengan memasukkan kode tersebut.

train-to-busan-11000-ajjah

Alamak…

Sebelas ribu rupiah saja…..

Saya hanya membayar 11.000 untuk 1 seat di CGV Gold dengan memasukkan kode voucher tersebut.

tiket-diskon-90-persennnnnn

Melengganglah saya saat masuk ke CGV  Gold dengan membayar dari yang seharusnya (walau saat keluar saya menampakkan ekspresi mau mewek+puas+thrilled).

Btw, intinya.. terima kasih Tokopedia atas program promosinya dan Book My Show atas diskon besarnya ini. Plis plis plis adain lagi, movie buff ala ala kita ini pasti doyan banget sama promosi kayak gini.

Image result for tokopedia bookmyshow promo

Sumber: Tokopedia.com

Cheers!!

Endorfin Booster di Pet Expo 2016, ICE BSD

Saya cukup (banyak sebenarnya) menyesal kenapa ngga datang dari hari Jumat saat event ini baru dibuka. Andai saja dalam satu hari saya merasakan endorfin boost yang begitu kuat hanya dalam hitungan jam, kebayang kalau dalam 3 hari saya kunjungi saya akan mendapatkan endorfin yang berlipat – lipat. Dijamin, weekday saya akan survive dan rasa bete hengkang selama beberapa hari.

whatsapp-image-2016-09-26-at-3-27-58-pm-2

Loket tiket Indo Pet Expo

Bertempat di Hall 3, senyum lebar saya udah ngga karuan dari awal masuk ke gerbang ini – bahkan sebelum membeli tiket. Di bagian luar area, terdapat beberapa kuda yang bisa ditunggangi, ditemani oleh beberapa aparat yang begitu friendly dengan anak – anak yang penasaran menaiki kuda. Seriusan, kudanya bagus banget!! Dan gagah.
Tiket masuknya 25.000 IDR, sial saya sama adik saya lupa bawa kartu mahasiswa, sehingga dikenakanlah tarif umum. Tapi dengan selembar tiket itu kami mendapat privilege untuk mendapatkan potongan harga produk Royal Canin. Nasihat ayahanda untuk tidak membeli macam – macam untuk kucing (doang) terpaksa kami langgar…

whatsapp-image-2016-09-26-at-3-27-58-pm

Free consultation with Vet, free goodie bag, free agenda, free fluffy dog and cat for taking pics. Cutenessssssss

Husky.. husky everywhere…..

whatsapp-image-2016-09-25-at-5-43-52-pm

whatsapp-image-2016-09-25-at-6-09-50-pm

“Permisi… boleh minta foto bareng ya?” “Silakan” *CEPRAT CEPRET CEPRAT CEPRET sampe belasan kali

Dari awal masuk saya sudah melihat para pecinta binatang – baik yang tidak membawa piarannya atau membawa – sangat bersemangat mendatangi expo gini. Ajang jalan – jalan para hewan, bersosialisasi dengan hewan lainnya, dapat sampel gratis (ini jiwa luhur saya) sampai ajang foto – foto sama hewan yang imut dan gagah.

Bawa kucingnya ngga kamu?
Nggak. Soalnya kebayang si Kelikoh pasti bakalan stress, dimandiin ke pet shop jaraknya cuma 10 menit aja ngeongnya udah ultrasonik, gimana harus ke BSD. Jadi biarlah ownernya yang berjuang untuk mendapatkan makanan yang terbaik buat Kelikoh dan 3 anak – anaknya.

whatsapp-image-2016-09-25-at-6-00-49-pm

“Kamu berisik, hooman.. aku tidur ajjah”

whatsapp-image-2016-09-25-at-6-01-31-pm

“Oke, aku ikutan bubu juga”

Banyak banget stand yang ikut terlibat di expo ini, beberapa di antaranya organisasi sosial seperti Animal Defenders, Dog Adoption, dan lain – lain. Bahkan mereka membuka Free Adoption dengan gratis vaksin dan cek dokter selamanya.
Suasana dan acaranya sangat cocok buat anak kecil nyambi belajar untuk mencintai binatang. Seperti ada stand Goat Kid Feeding dari Solvor (Perancis), di stand ini ada anak kambing lucu lucu banget di mana anak – anak bisa megang dan mainan sama mereka. Selain itu ada area kucing – kucing ras, kelinci, bahkan ada stand Taman Safari Indonesia di mana mereka juga mendatangkan ular piton, burung hantu dan kura – kura yang kerjaannya tidur terus, hiyyyyh…

whatsapp-image-2016-09-25-at-6-00-22-pm

Bebi bebi mbek yang lincah – lincah

Sugar Glider paid our attention..
Sugar Glider ternyata bisa dijadikan pilihan untuk hewan yang mau dipelihara.Bentuknya kecil, imut, lucu banget apalagi kalau lagi merayap di punggung ownernya. Komunitas Sugar Glider Lover ini mempunyai sampai 3 area dan sangat menarik perhatian saya. Berang – berang dan sugar glider sepertinya sedang in untuk dijadikan alternatif memelihara binatang.
Di tengah – tengah dengan stand yang besar tentu saja terdapat area sponsor, salah duanya yaitu Royal Canin dan Whiskas. Pas banget emang ini merk yang sering banget saya gunakan untuk mamam sehari – hari si meong.. oke karena Royal Canin harganya cenderung mahal jadi hanya diberikan untuk special occasion😄
Stand Royal Canin menurut saya stand paling bikin betah berlama – lama, karena produknya juga packagingnya bagus dan sangat spesifik. Bahkan untuk anjing, bentuk kibble beda – beda sesuai dengan ras anjing tersebut. Kalau untuk kucing juga lebih lapar mata, ada untuk mom and kitten, Queen (kucing hamil), recovery, bentuknya ada yang gelatin dan gravvy. Untuk ticket holder mendapatkan diskon 10% produk mereka, tentu saja saya ngga akan menyia – nyiakan kesempatan ini. Selain itu juga mendapatkan goodie bag, agenda, gantungan lucu dan buklet sangat informatif bagaimana cara merawat anak kucing.

Tidak akan kelaparan atau kehausan. Karena banyak food truck  dan area yang menjual makanan enak (Halal Boys is layffffff) dan minuman – minuman segar. Untuk food truck  memang diharuskan memakai Flazz BCA, jadi tidak menerima uang cash sama sekali. Beruntung sih saya sudah mempunyai Flazz jadi tinggal top upnya aja untuk transaksi.

whatsapp-image-2016-09-25-at-5-54-36-pm

Ngga akan kelaparan, makanan dan minuman di mana – mana. Khusus makanan harus pakai Flazz BCA

whatsapp-image-2016-09-26-at-3-27-58-pm-4

Teerrrrbaik!! The Halal Boys!!

whatsapp-image-2016-09-25-at-5-44-10-pm

Logonya lucu banget!! Mereka punya kafe di Pluit dan ada penginapan di Lembang yang welcome sama hewan peliharaan

Naksir Chow Chow dan Siberian Husky

Saya suka banget sama ras Chow Chow ini karena penampakannya benar – benar kayak boneka anjing yang besaaaarrr sekali. Pertama, kedua, ketiga kali lihat jalan – jalan ngelewatin, saya Cuma bisa nahan – nahan,  hingga akhirnya pas beli Dawet Ireng ternyata si Chowchow lagi santai dan izinlah saya sama ownernya untuk foto bareng.

whatsapp-image-2016-09-25-at-6-09-34-pm

“Dia suka ogah nengok ke kamera.” “Ngga apa apa Ci, yang penting bisa megang bulunya yang fluffy”

 

Korban foto saya ngga Cuma Chowchow, tapi Siberian yang ganteng sama gagahnya ngga karuan. Saya juga izin sama owner  setelah beli kalung baru buat Kelikoh.

whatsapp-image-2016-09-25-at-6-06-55-pm

Nduselable!!!!

Lalu acara masih berlangsung dan masih ramai walau sudah hampir jam 20:00, talkshow masih aktif, area Edukasi dari Lifebuoy masih ramai, hewan – hewan masih lalu lalang menggemaskan,  burung kakatua masih asik terbang di sekitaran hall. Pet Expo ini benar – benar compatible buat pecinta binatang, sosialisasi dengan hewan maupun ownernya (saya banyak tanya – tanya tentang cara mereka memelihara hewan terutama ras), menguji mental (di sini tempat yang tepat untuk mencoba memegang ular, burung hantu, sugar glider bahkan yang takut sama anjing).

 

 

whatsapp-image-2016-09-26-at-8-42-47-am

Beda ras anjing beda bentuk kibblenya

 

 

 

All documentations are genuinely taken from my camera and my sis, cite these pictures without put the source surely as a violation. Cheers!

Catatan Kecil Tokyo Camii di Yoyogi – Uehara

Michael & Arima, Minggu tanggal 15 Mei 2016 kami datang di saat yang tepat. Pernikahan antara warga kebangsaan Amerika dan Jepang tengah dihelat secara sederhana. Kami sudah cukup terlambat saat itu, tetapi masih bisa melihat pengantinnya yang sedang sibuk mengabadikan momen membahagiakan tersebut.

DCIM100GOPROGOPR4512.

Michael and Arima’s wedding, we came at the right time😉

 

Bila mengunjungi Jepang, jangan hanya terpaku dengan hingar – bingarnya Tokyo, tenangnya Hakone Fuji atau sibuknya Shibuya. Sempatkanlah waktu ke Yoyogi – Uehara untuk mengunjung mesjid terbesar di Jepang. Jaraknya hanya sekitar 15 menit berjalan kaki, Tokyo Camii merupakan masjid yang terbuka bagi umum – menandakan tingkat toleransi yang besar antar umat beragama.

Soviet Rusia memimpin pada tahun 1917, sehingga beberapa komunitas Turki bermigrasi ke segala bagian dunia. Pada tahun 1938, komunitas Turki yang bernama “Mahalle-i İslamiye” (artinya Islamic District) dipimpin oleh Abdulhay Kurban Ali dan Abdurreşid İbrahim  yang beremigrasi dari Kazan (Rusia) membangun Tokyo Camii. Komunitas dan pemerintah Jepang juga memberikan dukungan terhadap komunitas baik secara ekonomi maupun sosial.

Sempat dihancurkan pada tahun 1986, Tokyo Camii akhirnya dibangun kembali pada tahun 1998 dan selesai pada tahun 2000.

DCIM100GOPROGOPR4515.

Tokyo Camii from across the street

 

Saat memasuki bangunan ini di lantai bawah, maka terdapat hall besar yang terdiri dari perpustakaan besar yang bisa diakses siapa saja. Banyaknya souvenir dari Turki yang dijual di sini, jangan lupa untuk mencoba Teh Turki yang kaya rempah rempah dan dapat diambil secara gratis di area lobby. Merupakan masjid yang sangat terbuka bagi siapapun, terlihat dari banyaknya warga Jepang yang juga berkunjung ke masjid ini.

Tidak hanya untuk tempat beribadah, masjid ini juga digunakan sebagai perhelatan pernikahan, pameran, bahkan undangan buka puasa bersama selama Ramadhan.

Tokyo Camii merupakan simbol toleransi antar umat beragama yang berada di Jepang. Bila ada waktu lebih, jangan lupa berkunjung ke sini.

 

 

 

 

How to get there:

Dari Stasion Tokyo, bisa menggunakan kereta Chuo Line ke arah Toyoda dan berhenti di Stasiun Shinjuku, lalu dilanjutkan dengan Odakyu Line ke Sobudai – Mae dan berhenti di Stasiun Yoyogi – Uehara. Perjalanan menuju masjid dengan mudahnya berjalan kaki kurang lebih 15 menit

List Penginapan di Eropa

Disclaimer: Ini bukan catatan seorang turis, yang senengnya foto – foto diri di tiap sudut bangunan dan lapangan lalu posting ke media sosial, bukan juga orang yang ikut wisata tur yang datengin ke tempat – tempat yang jadi must – visit – place – when – you – are – in. Ini kebanyakan catatan seorang sepesialis a.k.a ekspret yang ditempatkan di negeri kincir angin sesuai kebiasaan sehari – harinya kala di sini. Proost!!!!

 

Goedeavond!!

Okay it’s been long time no post from me but I swear I am gonna spam you with bunch of new posts. Mau berbagi informasi lagi nih terkait penginapan – penginapan yang kemarin disinggahi selama di Eropa. Ada beberapa negara yang memang skip ngga inap di hostel karena either nebeng, bubu di stasiun atau tidur di kereta😄

BELANDA

Amersfoort

Mungkin Amersfoort bukan destinasi utama para traveler yang ke Belanda (umumnya Amsterdam pastinya), tapi kalau ada waktu panjang silakan sempatkan ke sini. Banyak yang bisa dieksplor juga🙂

  • Princess Hotel, jaraknya sekitar 2 km dari Amersfoort Central Station. Suasananya asri banget karena dekat dengan hutan Amersfoort, jadi bisa jogging atau sekadar trekking di hutan tersebut. Memang agak jauh dari Centrum dan jalan sedikit ke halte bus. Tapi ini rekomen untuk keluarga atau tur. Approx Rate: 1.100.000an/night

P_20150412_093603.jpg

View from Princess Hotel

  • Berg Hotel, ini tidak jauh dari Princess Hotel tapi lebih dekat dari halte bus menuju ke Central Station. Kamarnya relatif sempit tapi comfy, restoran di hotel juga di sebrang hotel tersebut. Cocok untuk keluarga atau tur. Approx Rate: 990.000an IDR/ night

P_20150415_182725.jpg

View from Berghotel

Utrecht

Suka banget sama kota ini. Kotanya mahasiswa, jadi banyak hostel di sini. Bisa jadi alternatif kalau penginapan di Amsterdam dirasa terlalu mahal

Relatif dekat sama stasiun Utrecht, turun di halte Janskerkhof terus jalan sedikit. Daerahnya strategis, di area Centrum. Sayangnya karena di daerah kampus jadi sampai tengah malam masih rame. Kemarin sampai ngga bisa tidur udah jam 3 padahal harus berangkat lagi jam 4 pagi karena dede dede lucu lagi pada ketawa tawa di bar luar sana. Jadi cocoknya mungkin untuk transit aja. Ada private room juga di atticnya, seru! Approx Rate: 250.000an IDR/night

 

SWISS

Geneva

Serunya ke mana mana bisa ditempuh dengan jalan kaki. Memutuskan inap di sini karena mau berkunjung ke Mont Blanc keesokan harinya.

  • City Hostel Geneva, hanya jalan kaki 10 menit dari stasiun Geneva, menjadikan hostel ini jadi pilihan untuk menginap karena dekat dengan destinasi Jet d’Eau de Geneve. Penghematan ekstra terjadi di negara ini sama Swedia😄 Approx Rate: 156 CHF/night

P_20150530_110851.jpg

Inap di Geneva untuk melihat Mont Blanc

LUXEMBOURG

  • Bourglinster Youth Hostel, dari segi lokasi cukup jauh karena harus naik bus sekali dari Central Station dan ke mana mana agak jauh. Tapi untuk budget traveler, ini semacam petualangan kan? :D Approx Rate: 22,20 EUR/night (non Youth member)
  • City Hotel, tinggal nyebrang dari stasiun Luxembourg. Harga relatif terjangkau untuk hotel dan rate negara semahal Luxembourg. Tinggal jalan kaki kalau mau strolling around the city menikmati indahnya citadel di negeri dongeng sana. Approx Rat: 1.500.000an IDR/night

P_20150606_153130.jpg

Negeri dongeng di Vianden Castle, Luxembourg

PARIS

Karena suatu alasan, nginep di Trendy Hostels jadi batal (dan hangus) karena masalah dengan  blablacar. Akhirnya sampai Paris jam 3 pagi dan bingung  harus inap di mana, akhirnya pengemudi blablacar yang baik membantu mencarikan hotel yang dekat toh untuk transit juga, dan ini hotel yang affordable dibandingkan transit hotel lainnya.

  • HotelF1 Aeroport, untuk transit hotel saja. Ada bus gratis menuju ke bandara atau lanjut naik kereta ke pusat kota. Ruangannya tidak begitu spacious, tapi wash basin di dalam kamar jadi lumayanlah. Approx Rate: 600.000an IDR/night

Jpeg

Je suis néerlandaise… Je parle un petit peu français En ik zei Praat Nederlands met me

DENMARK

Kopenhagen

P_20150619_080944.jpg

Transit di København

Sebenernya di sini Cuma 1 hari aja, untuk transit sebelum ke Stockholm. Hehe

Menurut review di Trip Advisor banyak yang bilang ini hostel yang berisik, karena berada di kawasan city never sleeps dan isinya party goers semua. Tapi karena ini yang relatif murah dan sangat dekat dari stasiun, aku tetap book di sini. Memang secara lokasi banyak sekali pub, tapi relatif nyaman dan tidak berisik. Sekadar transit saja silakan pertimbangkan inap di sini ya. Approx Rate: 170 DEK/night

SWEDIA

Stockholm

Jpeg

Stockholm

Niat mau menyaksikan Midnight Sun pun gagal karena tiket ke Kiruna mahal banget saat itu. Dan saat Midsummer, aku kesusahan cari host di daerah Kiruna akhirnya 3 hari 2 malam stay di Stockhom aja tapi banyak yang masih bisa dieksplor kok.

  • Interhostel, berada di daerah Kammarkargatan yang berjarak dekat dari stasiun Stockholm. Berbayar untuk linen dan handuk. Ruang untuk sosialisasinya per lantai jadi seru buat kenal sama traveler. Approx Rate: 164 SEK

 

CEKO

Prague

P_20150622_142634.jpg

Cloudy Prague

  • Orange Hostel, awalnya agak susah mencari lokasinya karena ternyata berada di gedung yang bawahnya adalah restoran, dan hostel tersebut berada di lantai 2. Setiap tamu mendapatkan kartu untuk akses ke kamar. Dari segi dekorasi bangunannya bagus dan kamarnya pun nyaman, loker pun di dalam. Sayangnya salah satu traveler yang sekamar denganku kehilangan ponselnya saat itu, padahal setiap tamu mendapatkan kartu. Jadi silakan pertimbangkan saja ya. Kemarin ngga ilang apa – apa padahal pas tidur ponselnya di samping, mungkin hape ASUS kurang menarik dibandingkan Samsung ya XD Approx rate: 229 CZK/night

 

HUNGARIA

Budapest

  • HomePlus Hostel, karena saat itu naik blablacar, jadi diantar langsung ke hostelnya. Lokasinya di Balassi Bálint Street dekat sama halte trem dan destinasi bisa dijangkau dengan jalan kaki. Kamarnya bagus dan nyaman, dengan curtain di luarnya. Tersedia caving trip selama 6 jam dari pihak hostelnya. Kamar mandinya sangat sedikit jadi harus cepet – cepetan ya mandinya. Hop on Hop off dan free tour tersedia di Budapest. Approxe rates: 9,90 EUR

P_20150623_122100.jpg

Sekilas di Budapest

SLOVENIA

Ljublijana

P_20150625_232006.jpg

 

  • Tresor Hostel, ini fave!! Dekat dengan pusat kota dan terminal busnya. Setiap kamar didekorasi mata uang asing negara – negara Eropa. Bahkan di beberapa bagian ruangan hostel berisi saran lebih baik memesan langsung dari hostel daripada via situs pemesanan penginapan daring.Approx Rate: 17 EUR/night

 

Semoga membantu ya. Dank je wel